Text
Cut nyak din
Teuku Nanta Seutia sudah syahid di jalan Allah, gugur membela tanah air yang dicintainya dari injakan para penjajah. Namun perjuangan belum berakhir, masih banyak tunas-tunas muda dengan tekad membara meneruskan perjuangannya.
Salah satunya adalah Cut Nyak Dien, sang mawar dari bumi rencong, putri Teuku Nanta. Dengan selalu mengingat pesan sang ayah, Cut Nyak Dien meneruskan perjuangan melawan Belanda. Apa pun risikonya. Dien tak akan menyerah sebelum Belanda angkat kaki dari Aceh atau darahnya yang tertumpah membasahi bumi yang dicintainya
Tidak tersedia versi lain